Gubernur Mangku Pastika Menolak Jadi Jurkam Pilkada di Bali

Gubernur Mangku Pastika Menolak Jadi Jurkam Pilkada di Bali

IndoElection.com, Denpasar – Made Mangku Pastika selaku anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, Rabu (09/09/2015) menghadiri acara syukuran dan persembahyangan bersama memperingati HUT ke-14 Partai Demokrat di Sekretariat Demokrat Bali Jalan Juanda, Renon, Denpasar.

Usai doa bersama, Mangku Pastika mengumpulkan pasangan calon (Paslon) bupati-wabup yang diusung KBM (Koalisi Bali Mandara) dalam Pilkada serentak 2015. KBM adalah koalisi yang dibesut Demokrat, Golkar kubu Aburizal Bakrie, dan Gerindra.

Dari enam daerah yang menggelar Pilkada, hanya Karangasem dan Tabanan yang Paslonnya tidak hadir. Maklum, di dua daerah itu, Demokrat tidak bertindak sebagai pengusung tapi pendukung. Bahkan di Pilkada Jembrana, Demokrat tidak punya Paslon.

Paslon yang hadir di antaranya, Made Arjaya-AA Ayu Rai Sunasri (duet AS) yang maju ke Pilkada Denpasar, Made Sudiana-Nyoman Sutrisno (Badung) dan IB Brahma Putra-Ketut Ridet (Bangli). Duet AS maju ke Pilkada Denpasar diusung Demokrat bersama PKS.

Kemudian Sudiana-Sutrisno maju ke Pilkada Badung diusung Demokrat bersama Gerindra. Sedangkan duet Brahma Putra-Ridet maju di Pilkada Bangli diusung Demokrat dan Gerindra.

Para Paslon dikumpulkan di lantai dua Sekretariat Demokrat Bali untuk mendengarkan pegarahan secara tertutup dari Mangku Pastika.

Usai pertemuan, Mangku Pastika mengatakan tidak akan menjadi juru kampanye (Jurkam) dalam Pilkada serentak 2015. Mangku Pastika ingin berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai gubernur.

“Saya tidak jadi Jurkam, jadi gubernur terlalu sibuk,” kata Mangku Pastika.

Dalam pengarahan, Mangku Pastika meminta agar para Paslon tidak memberikan janji yang muluk-muluk kepada masyarakat. Sampaikan visi misi yang realistis dan terukur. Bagi yang sudah mendapat nomor urut, diminta terus turun sehingga masyarakat tahu apa yang akan dilakukan dan bagaimana mewujudkannya.

“Paslon sebaiknya tidak perlu muluk-muluk memberikan janji kepada masyarakat. Semua impinan harus terukur,” papar Mangku Pastika.

Cabup Badung Tak Memaksa

Paslon bupati-wabup yang sudah jelas mencantumkan nama Mangku Pastika sebagai Jurkam adalah Made Sudiana-Nyoman Sutrisno. Dalam daftar Jurkam Pilkada Badung, Mangku Pastika akan diturunkan sebagai Jurkam bersama sejumlah tokoh daerah dan nasional.

Ada nama Ketua Gerindra Bali IB Putu Sukarta, Ketua Demokrat Bali Made Mudarta, juga Wagub Ketut Sudikerta. Untuk Jurkam nasional, ada nama Ketum Demokrat SBY dan Ketum Gerindra Prabowo.

Namun Sudiana, mengaku tidak keberatan jika Mangku Pastika menolak jadi Jurkam. Sudiana tidak akan memaksakan kehendak agar Mangku Pastika ikut turun ke Pilkada Badung.
Terkait masukan agar tidak muluk-muluk dalam kampanye, menurut Sudiana, akan diteruskan ke tim pemenangannya.

“Masyarakat Badung sudah mengerti apa yang harus dilakukan dan bagaimana menentukan pemimpin. Kami tidak akan muluk-muluk memaparkan program,” kata Sudiana.

Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta juga menghargai sikap Mangku Pastika yang tidak ingin menjadi Jurkam dalam Pilkada, memilih fokus dengan tugasnya sebagai gubernur Bali.

“Biarkan beliau fokus dengan tugasnya sebagai gubernur, kita menghargai hal itu,” kata Mudarta.

Categories: Figur

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*