Geger Surat Pegawai Antikorupsi, Pilkada OKU Memanas

Geger Surat Pegawai Antikorupsi, Pilkada OKU Memanas

IndoElection.com, OKU – Suhu politik di Bumi Sebimbing Sekundang kian terasa panas. Setelah sebelumnya beredar kopian surat dari Polda Sumsel yang ditujukan pada KPU setempat beredar di dunia maya (Dumay) dan menghebohkan para netizen, kali ini masyarakat Ogan Komering Ulu (OKU) dihebohkan dengan kertas berwarna putih yang dilipat rapi dan diberi necis (steples), bertebaran di jalanan.

Seperti yang ditemukan tadi pagi (16/9), sekitar pukul 06.00 WIB. Dimana saat masyarakat baru hendak beraktivitas, sebagian masyarakat yang tinggal di seputaran Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, tepatnya di sepanjang Jalan Padat Karya, maupun sekitarnya, dibuat heboh lantaran banyaknya bertebaran kertas dimaksud layaknya sebuah kertas undangan yang disebarkan di depan pekarangan rumah warga maupun pinggiran jalan.

Diketahui, kertas itu sengaja disebarkan hampir di setiap depan pintu pekarangan rumah warga bahkan di sepanjang pinggiran jalan umum.Setelah dibuka, kertas putih ukuran kuarto ini disebarkan oleh kelompok yang menamakan diri dengan kelompok pegawai anti korupsi (Antik) OKU, yang mengaku beralamat di Jalan Veteran, Kecamatan Baturaja Timur.

Dalam awalan kertas tersebut diketahui, kalau surat ini memang ditujukan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten OKU. Dimana isi suratnya cukup panjang, yang intinya menyuruh masyarakat jangan sampai salah memilih pemimpin Kabupaten OKU di Pilkada OKU 9 Desember 2015 mendatang. Apalagi sampai harus memilih pemimpin yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi atau yang tengah bersentuhan dengan hukum lantaran diduga keterlibatannya akan kasus korupsi.

“Kesimpulan dalam surat itu untuk apa kita memilih calon bupati/wakil bupati OKU yang sudah bersentuhan dengan kasus hukum apalagi terkait kasus korupsi. Karena pemimpin yang mengajari berbuat dosa maka masyarakat OKU lagi yang akan menanggung beban dosanya.

“Ayo sadarlah semua warga OKU” agar kita jangan sampai tertipu daya,” begitu kata salah warga seputaran Jalan Padat Karya, saat kebetulan sedang berdiri di pinggiran jalan membaca surat yang ia temukan berserakan di depan pekarangan rumahnya, tadi pagi (16/9).

Setelah diamati, ternyata kertas ukuran kuarto ini berisikan tiga lembar. Dimana lembar kertas pertama berisikan surat yang ditujukan kepada seluruh masyarakat OKU agar jangan sampai salah memilih pemimpin yang terlibat korupsi.

Lembar kertas kedua berisikan salinan berkas penyidikan oleh pihak Polda Sumsel atas informasi status hukum salah satu calon wakil bupati (Cawabup) OKU yakni Johan Anuar atas dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan tanah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kabupaten OKU sebesar Rp6 Milyar yang ditujukan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKU.

Sedangkan lembar kertas ketiga berisikan klipingan berita dari media online yang memberitakan seputar kasus korupsi lahan TPU OKU serta keluhan masyarakat OKU atas diliburkannya siswa/siswi sekolah di Kabupaten OKU akibat para guru “dipaksa” untuk menghadiri beberapa kegiatan, salah satunya kegiatan zikir akbar di taman Kota Baturaja dalam rangka HUT OKU yang diduga diprakarsai atau diarahkan oleh mantan bupati OKU beberapa waktu lalu.

Menanggapi banyaknya selebaran surat putih yang disebarkan ke rumah-rumah warga ini, Ketua KPU OKU, Naning Wijaya, enggan berkomentar. Pasalnya menurut dia, saat ini memang dirinya sering mendapatkan laporan terkait adanya selebaran kertas yang dilakukan oleh orang atau kelompok yang tidak diketahui jelas identitasnya. (ren)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*