Dua Paslon Pilkada Surabaya Lakukan Deklarasi Damai

Dua Paslon Pilkada Surabaya Lakukan Deklarasi Damai

IndoElection.com, Surabaya – Setelah pengundian nomor urut, dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya langsung deklarasikan siap dipilih dan siap tidak dipilih, Jumat (25/09/2015).

Acara yang bertajuk ‘Dengan Semangat Demokrasi Kita Wujudkan Pemilukada Damai demi Kota Surabaya yang Aman, Nyaman, dan Tentram” tersebut dihadiri kedua pasangan calon.

Pasangan calon nomer urut 1 (Rasiyo-Lucy) mengenakan baju warna putih dan pasangan nomer 2 (Risma-Wishnu) mengenakan baju batik.

Pasangan nomer satu, Rasiyo-Lucy menjelaskan sangat mengapresiasi langkah kapolrestabes Surabaya bertujuan menciptakan pemilu Surabaya yang damai.

“Kita akan ikuti semua tahapan-tahapan dalam pemilu ini untuk menciptakan pemilu yang damai, kita harap pemilu ini damai, dan pelaksanaan sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya.

Sementara itu pasangan nomer urut 2, Risama-Wisnu ikut mengapresiasi langkah menjaga ketertiban ini, sebab menurut Tri Rismaharini, Surabaya ini sudah aman, apalagi ada bulan tertentu yang zero kriminal.

“Jangan sampai gara-gara pemilu ini timbul hal-hal yang membuat situasi menjadi kacau. Saya yakin warga Surabaya sudah dewasa, mereka juga bagian pemilu ini, jadi ketertiban ini nomer satu,” terangnya.

Kapolrestabes Kombes Pol Yan Fitri Halimansyah menyatakan pemilukada yang akan diselenggarakan di Surabaya ini akan diawasi oleh pengawas dari seluruh dunia. Sehingga wajib pemilu ini berjalan aman, nyaman, dan tertib.

Dalam acara itu, Yan Fitri menyerahkan delapan personel bertugas menjadi pengawal pribadi kepada dua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Delapan personel tersebut terdiri dari enam pria dan dua wanita. Mereka bertugas menjaga keamanan selama masa kampanye berlangsung.

“Kita harus utamankan persatuan dan kesatuan di wilayah Surabaya, berkomitmen menjaga demokrasi. Serta dengan ini kami menyerahkan pengawalan pribadi, selama berlangsungnya pimulukada,” tegasnya.

Sedang Ketua KPU Kota Surabaya, Robian Arifin juga berharap masyarakat bisa memilih dengan jujur dan adil, serta memilih dengan aspirasi bukan karena janji yang diberikan.

Ketua Panwaslu Kota Surabaya Wahyu Hidayat dalam pidatonya menyatakan dengan deklarasi ini pula, instansinya akan melakukan tindakan penertiban kepada alat peraga pemilu yang telah dipasang oleh kedua belah pihak.

“Jadi Bapak Ibu jangan kaget, kalau besok saya akan menertibkan alat peraga,” tutupnya.

Adapun 5 poin deklarasi yang disepakti yakni;

1. Siap melaksanakan pemilu secara jujur, adil, santun, demokratis dengan melihat nilai dan norma dimamsayarat.

2. Dilarang mengangkat isu yang tendensius dan mengadung sara.

3. Memberikan suri teladan yang baik kepada warga

4. Siap dipilih dan tidak dipilih dalam pemilihan yang demokrtais dan teransparan.

5. Mengikuti undang-undang dan peraturan yang berlaku

(feb)

Categories: Penyelenggaraan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*