Data Pemilih Berubah-ubah, Pilkada Rentan Kecurangan

Data Pemilih Berubah-ubah, Pilkada Rentan Kecurangan

IndoElection.com, Jakarta – Ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, mengatakan salah satu persoalan penting dalam pelaksanaan Pilkada terkait dengan data pemilih. Menurutnya, data menjadi kunci kesuksesan Pilkada.

“Data pemilih menjadi modal utama petahana untuk memanipulasi suara,” ujar Masykurudin dalam diskusi Pilkada Klimaks atau Anti Klimaks di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu, 5 Desember 2015.

Untuk Pilkada 2015 ini, ia mencatat masih terdapat 30 persen permasalahan terkait data pemilih. Ada daerah yang data pemilihnya naik hingga 24 persen. Lalu, ada juga daerah yang turun data pemilihnya hingga 14 persen.

“Perubahan itu terjadi dari penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) ke Daftar Pemilih Tetap (DPT),” kata Masykurudin.

Ia menjelaskan, jumlah daftar pemilih yang angkanya naik dicurigai terjadi ‘permainan’ penggelembungan suara. Sementara untuk jumlah daftar pemilih yang angkanya turun, ada kemungkinan akan ada pemilih yang berpotensi hilang hak konstitusinya dalam memilih.

Persoalannya, ia mengeluhkan selama ini data dari pemerintah memang tidak cukup akurat terkait adanya perpindahan penduduk dan meninggal. Ia mencontohkan ketidakakuratan data daftar pemilih yang dimiliki pemerintah misalnya adanya inkonsistensi antara daftar pemilih pada pemilu legislatif dengan daftar pemilih dalam pilkada.

“Hanya daerah yang jumlah penduduknya tidak terlalu banyak yang datanya akurat,” ujar Masykur. (feb)

Categories: Data Pemilih
Tags: #DPTPilkada

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*