Calon Bupati Banjar Tuduh Pesaingnya Nyontek Saat Debat

Calon Bupati Banjar Tuduh Pesaingnya Nyontek Saat Debat

IndoElection.com, Banjar – Empat pasangan calon di Pilkada Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, saling beradu argumentasi dalam ajang debat yang digelar KPU setempat, Sabtu (5/12) kemarin. Mereka adalah, pasangan Fauzan Saleh-Teja Sukmana, Gt Abidinsyah-Mawardi Abbas, Khalilurrahman-Saidi Mansyur dan Pangeran Chairiansyah-Abdul Hadi Al Hafiz.

Debat yang bertempat di Hotel Rodhita Banjarbaru ini berlangsung tertib, tanpa ada kericuhan. Namun di balik itu ternyata ada beberapa pasangan calon yang merasa kesal dengan jalannya debat.

Salah satunya, Pasangan Fauzan Saleh-Teja Sukmana yang menuding debat kandidat tersebut sudah diatur untuk menguntungkan salah satu pasangan calon.

“Saya tidak tahu apakah pertanyaan dari moderator bocor atau tidak, tapi saya lihat ada salah satu Paslon ketika menjawab selalu melihat tulisan,” katanya kepada wartawan usai debat.

Fauzan Saleh tidak sendiri. Rivalnya, Abidinsyah juga mengaku ragu dengan debat di dua sesi itu. Seakan pertanyaan telah disusun khusus untuk orang-orang tertentu.

“Sepertinya pertanyaan sudah direkayasa, tapi kalau kami plong saja menjawab pertanyaan dari moderator,” ujarnya.

Berbeda dengan dua rivalnya, calon Bupati Khalilurrahman tidak melihat ada yang aneh dari jalannya debat tadi. Dia mengaku tak mengerti apa yang dimaksud oleh Fauzan Saleh dan Abdinsyah.

“Bocor ya, tapi saya kok tidak dapat bocorannya? Saya juga tidak terlalu memperhatikan siapa yang melihat catatan ketika menjawab, jadi tidak tahu bocor atau tidak,” katanya.

Begitupun dengan kubu Pangeran Chairiansyah. Khairuddin salah satu tim pemenangan Paslon Pangeran Chairiansyah-Abdul Hadi Al Hafiz menilai jalannya debat sangat baik. Dia juga tak mendeteksi ada permainan curang dalam ajang adu gagasan tersebut.

“Rata-rata seluruh Paslon sudah menguasai pertanyaan yang diberikan moderator, karena pertanyaannya tidak jauh dari visi dan misi masing-masing Paslon,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi mengenai kebocoran tersebut, Ketua KPUD Banjar Ahmad Faisal mengatakan pihaknya yakin pertanyaan yang dirumuskan oleh para akademisi, tokoh masyarakat, LSM dan unsur pemerintahan tidak bocor. Lantaran pertanyaan selalu disimpan baik oleh para tim teknis.

“Sementara moderator sendiri baru menerimanya satu jam sebelum acara dimulai,” tuturnya. (ren)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*