Cabup Jember Diminta Tak Berkomitmen Dengan Pengusaha Tambang

Cabup Jember Diminta Tak Berkomitmen Dengan Pengusaha Tambang

IndoElection.com, Jember – Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi mengaku mendapat informasi adanya pengusaha tambang yang masuk ke calon bupati.

“Saya dapat beberapa informasi ada calon bupati yang sudah berkomitmen dengan beberapa investor tambang, karena potensi tambang di jember sangat besar,” kata Ayub, Rabu (7/10/2015).

Potensi tambang di Jember yang sudah terungkap dan sempat menjadi kontroversi adalah emas, mangan, dan pasir besi. “Bahkan menurut info yang saya terima, pasir besi di Paseban lebih bagus daripada pasir besi di Lumajang,” kata Ayub.

“Sebagai bentuk kehati-hatian, saya selaku pimpinan DPRD Jember, mengimbau kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk menghentikan langkah menggandeng calon investor tambang. Tambang ini lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya,” kata Ayub.

Ayub menyadari investor tambang berkepentingan untuk mendekati pasangan calon dan menanamkan jasa. “Jangan sampai Jember yang sudah kondusif dan tenang digadaikan dengan hal-hal seperti ini,” katanya.

Ayub menolak menyebutkan sumber informasinya. “Namun saya sangat yakin. Kebiasaan di setiap pilkada, ada investor yang jika calon yang didukungnya jadi akan meminta konsesi tertentu,” katanya.

“Mumpung ini belum terjadi di Jember, saya mewanti-wanti. Sudahlah, Jember ini dijadikan kota agraris, kota perkebunan. Saya yakin Jember masih bisa hidup kok dengan itu,” kata Ayub.

Penggemar klub sepak bola AC Milan ini mengimbau agar semua calon bupati dan wakil bupati beradu visi dan misi soal pengembangan pertanian, perkebunan, dan pendidikan. “Jember ini lumbung padi Jawa Timur, karena di sini ada 85 ribu hektare padi,” kata Ayub.

Ayub hanya menyetujui tambang galian C yang selama ini memang sudah dikelola rakyat secara resmi. Namun ia menampik jika di Jember ada tambang galian B.

“Di peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah memang diatur. Namun di situ kami sangat ketat sekali mengaturnya. Saat pembahasan perda, saya dan kawan-kawan DPRD mengunci beberapa pasal,” kata Ayub. (dik)

Categories: Parlemen

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*