Bawaslu Semarang Temukan 99 Dugaan Pelanggaran Pilkada

Bawaslu Semarang Temukan 99 Dugaan Pelanggaran Pilkada

IndoElection.com, Semarang – Selama masa kampanye Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, menemukan 99 kasus dugaan pelanggaran. Koordinator Pengawasan dan Humas Bawaslu Jateng Teguh Purnomo menyatakan, dugaan pelanggaran sebesar itu ada di 19 daerah dari 21 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 mendatang.

“Dugaan pelanggaran mulai dari keterlibatan kepala atau perangkat desa sampai dengan pelanggaran administrasi. Dugaan pelanggaran sebesar itu berhasil direkap sampai dengan 1 Oktober 2015 lalu,” kata Teguh Purnomo saat ditemui usai rapat koordinasi dengan Komisi A DPRD Jateng di Gedung Berlian, Senin (12/10).

Ia merinci, dugaan keterlibatan kepala atau perangkat desa ditemukan 20 kasus dan masing-masing di Kabupaten Semarang, Kebumen, Boyolali, Kendal, Pemalang, Purbalingga, Sragen, Wonogiri, Wonosobo dan Klaten. Sedangkan keterlibatan pegawai negeri sipil, ada tujuh kasus yang berada di lima kabupaten/kota. Masing-masing di Kabupaten Boyolali, Semarang, Purbalingga, Grobogan dan Kota Semarang.

Berikutnya, dugaan pelanggaran penggunaan fasilitas pemerintah ada tujuh pelanggaran. Diantaranya, di Kabupaten Blora, Kebumen, Klaten, Sragen dan Wonosobo.

Dugaan pelanggaran penyelenggara pemilihan tidak netral ada tiga kasus di Kabupaten Semarang, Boyolali dan Kota Semarang. Lalu dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal ada tiga kasus di Kabupaten Wonosobo, Rembang dan Kendal.

Laporan dari Panwaslu di daerah, juga ditemukan adanya dugaan pelanggaran pemberian mahar politik di Kabupaten Kendal. Bawaslu juga mencatat adanya satu sengketa pemilu yaitu di Kabupaten Pemalang. Sementara dugaan pelanggaran terbesar adalah pelanggaran administrasi yaitu 57 kasus di berbagai daerah. (ren)

Categories: Penyelenggaraan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*