Awasi Netarlitas PNS, Panwaslu Lamteng Gandeng Pers

Awasi Netarlitas PNS, Panwaslu Lamteng Gandeng Pers

IndoElection.com, Lamteng – Panitia Pengawas Pemilihan kepala daerah kabupaten Lampung Tengah, mengakui masih adanya pelaksanaan kampanye gelap beberapa pasangan calon bupati dan wakil bupati. Hal itu di katakan anggota panwaskab Lampung Tengah Edwin Nur, Senin (7/9/2015).

Menurutnya pihaknya melalui perpanjangan Panwas di setiap kampung dan desa (PPL, red) acap menemukan adanya pelaksanaan kampanye calon pilkada tanpa danya surat pemberitahuan ke pihak kepolisian yang di tembuskan ke Komisi Pemilihan Umum dan Panwas. “Sehingga kadang kita sulit melakukan pengawasan,” terangnya ,

Maka dari itu, menurut Edwin Nur, pihaknya minta siapaun pasangan calon untuk menyerahkan surat pemberitahuan ke KPU yang ditembuskan ke panwas jika melakukan pertemuan atau kampanye. Karena menurut Edwin pihaknya sudah menemukan beberapa calon yang melakukan kampanye tanpa adanya surat pemberitahuan dan itu dijadikan temuan oleh panwas. “Iu kami jadikan temuan yang nantinya akan diambil tindakan,” terangnya lagi .

Mengenai pengawasan netralitas PNS dalam pelakasanaan pilkada ini menurut Edwin pihaknya melakukan pengawasan ekstra ketat termasuk aparat kampung yang coba untuk tidak netral pun takkan luput dari pengawasan, tegasnya.

bahkan menurut Edwin pihaknya tidak hanya melibatkan PPL disetiap kampung dan desa untuk mengawasai netralitas PNS. Namun pihaknya juga menggandeng Pers untuk mengawasi setiap PNS yang tak netral. “Dokumen dan foto dari kawan-kawan pers juga jadi bahan kami,” terangnya .

Sebab menurut Edwin pers pasti ada di setiap momen kampanye dan memainkan kameranya, tentunya hasil foto jurnalis itu bahan yang tak mungkin direkayasa.

“Mau ngelak apa lagi seandainya PNS terekam kamera wartawan saat kampanye,” terangnya.

Untuk itu menurut Edwin pihaknya meminta kawan kawan fers untuk ikut juga membantu mengawasi kenetralaan PNS pada pemilu kada lamteng kali ini. “Biar PNS netral dan tak jadi korban politik, nanti malah begitu selesai pilkada karena calonnya kalah dia bisa kehilangan jabatan,” terang Edwin .(feb)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*